Sabtu, 24 April 2010

Bersyukurlah

Hari ini kembali aku diingatkan akan jawaban atas pertanyaan ini

"seberapa besar kamu peduli akan saudaramu yang kekurangan?"
dan setan di dalam hatiku menjawab " tumben kamu ingat...kemana saja selama ini?"
Ya Tuhan..ingin rasanya memukul kepalaku hari ini, merasakan kebodohan dan kebebalan yang aku alami selama ini.

Kenyataan ini dimulai ketika aku dan beberapa temanku melakukan kunjungan ke beberapa daerah sebagai survey untuk acara bakti sosial kami.

Yang pertama, kami mengunjungi sebuah daerah..yang ternyata hanya sejauh 5 kilometer saja dari pagar pembatas camp..sebuah tempat yang sering kulewati ketika bersepeda...suatu daerah yang tidak asing lagi bagiku. Berdasar informasi Bapak RT..60 % penduduk disitu berada di bawah garis kemiskinan..banyak dari mereka yang menjadi pengemis..mencari sisa-sisa "kara" botol plastik atau rongsokan. Wow...aku sangat terkejut mendengar kenyataan ini.. dan lebih terkejut lagi dengan pengakuan seorang Bapak yang sudah 3 bulan tidak bekerja lagi karena sistem kontrak di BP..tampang bapak itu boleh dibilang bersih...tapi ketika kita lihat anaknya..mereka minum teh...bukan susu...

Siangnya..kami melanjutkan survey ke beberapa tempat calon pasien operasi ringan.
Calon pasien pertama adalah adek Indah. Dia baru berumur kurang lebih 1 bulan lebih. Puji Tuhan, kami dimudahkan mencapai lokasi rumahnya, sangat mudah sekali..
Dan kamu tahu.... apa sakit adek ini?
mungkin kamu tidak akan menduga jawabannya..
Dia lahir tidak sempurna...
Mata, Hidung, mulut, bahkan jari-jari kakinya yang mungil lahir tidak sempurna
Bisa bayangkan?

Saat sebelum berangkat untuk survey, kami sudah lapar..tapi setelah melihat kondisi adek ini...entahlah..tak ada satu dari kami yang merasa lapar kembaliii..semuanya seperti merasa perlu segera bercermin diri dan merasa makanan yang selama ini biasa kami ributkan bukan menjadi masalah utama lagi.

Yang bisa kami lakukan saat itu hanyalah mencari informasi mengenai latar belakang keluarga...dan di akhir pertemuan dengan mereka, kami berjanji mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya.

Lanjut ke calon pasien berikutnya...
seorang adek kecil, Deliana namanya..dengan usia 2 tahun..
cantik anaknya...dan sesaat kalau kamu melihat..tidak ada yang sesuatu yang nampak tidak normal bagi kami..maksudnya, dia secara luar tampak tidak sakit.
Setelah kami berbincang, baru kami ketahui, bahwa dia mempunyai penyakit bibir sumbing di bagian langit-langit...yang menyebabkan sampai saat ini dia tidak dapat berbicara sedikitpun...
bahkan berdasarkan informasi dari ibunya...Deliana susah makan, karena sebagian makanan yang masuk ke mulutnya keluar lewat lubang hidungnya...Oh God.....aku bisa membayangkan sakitnya jika itu terjadi berulang kali...

Pasien selanjutnya... berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal Deliana.
Seorang gadis, berumur 25 tahun yang tampak normal saja secara kasat mata..tapi ternyata setelah kami berbincang, kami tahu ada yang tidak normal dari gadis ini. Dia tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan, yang dia lakukan hanyalah tersenyum kepada kami...senyum malu-malu dan ternyata berdasarkan informasi, bisa dibilang dia anak bodoh..(entah bagaimana kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya). Dari kecil keadaannya seperti ini, dan setelah kami periksa..terdapat benjolan besar di kepalanya..yang berdasar informasi, semakin membesar dengan pertumbuhan umurnya...
Analisa kami..kemungkinan benjolan di kepalanya itulah yang menyebabkan gangguan pada otaknya....

Itulah pengalamanku survey hari ini...
Semoga pengalaman ini dapat membantuk kita semua untuk membuka mata kita semua akan teman-teman disekitar kita yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari kita. Juga...bersyukurlah akan keadaanmu sekarang ini...gunakanlah sebaik-baiknya untuk kebaikan sesamamu. Kata temanku: "orang yang sukses adalah orang yang memberikan sebesar-besarnya manfaat untuk orang lain".

Doakan kami ya...
Semoga kami dapat segera membantu teman-teman kami ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar